Kenapa Penderita Stroke Tidur Terus?

Stroke adalah kondisi medis yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu, yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada jaringan otak dan berdampak pada kemampuan seseorang untuk bergerak, berbicara, dan berpikir. Salah satu gejala umum dari stroke adalah kelelahan dan rasa lelah yang berlebihan. Namun, mengapa penderita stroke seringkali cenderung tidur terus? Simak artikel selengkapnya berikut :

Penyebab Penderita Stroke Tidur Terus

 

Penyebab Penderita Stroke Tidur Terus - kerusakan otak

1 Kerusakan Jaringan Otak 

Salah satu alasan utama mengapa penderita stroke tidur terus adalah karena kerusakan pada otak mereka. Stroke seringkali mengganggu fungsi normal otak, dan ini dapat memengaruhi bagaimana tubuh bereaksi terhadap kelelahan dan tidur. Kerusakan otak yang terjadi akibat stroke dapat memengaruhi area otak yang mengontrol ritme sirkadian, yang bertanggung jawab untuk mengatur siklus tidur dan bangun kita. Selain itu, penderita stroke juga mungkin mengalami masalah dengan sistem saraf otonom mereka, yang memengaruhi fungsi otomatis tubuh seperti detak jantung, tekanan darah, dan pernapasan. Masalah dengan sistem saraf otonom dapat menyebabkan peningkatan kelelahan dan mengganggu pola tidur normal. 

 

Penyebab Penderita Stroke Tidur Terus - depresi

2 Depresi

Selain faktor medis, kelelahan dan tidur berlebihan juga dapat disebabkan oleh depresi atau kecemasan yang sering terjadi pada penderita stroke. Depresi dan kecemasan adalah kondisi yang umum terjadi setelah stroke, dan kedua kondisi tersebut dapat menyebabkan kelelahan yang berlebihan dan perubahan pola tidur.

Penyebab Penderita Stroke Tidur Terus - obat

3 Obat-obatan

Dalam beberapa kasus, obat-obatan yang digunakan untuk mengobati kondisi medis terkait stroke seperti hipertensi atau diabetes juga dapat menyebabkan kelelahan dan mengganggu pola tidur. Konsultasikan dengan dokter Anda jika Anda merasa bahwa obat yang Anda konsumsi memengaruhi tidur dan kelelahan Anda.

Akibat Tidur Berlebih Bagi Penderita Stroke 

 

1 Peningkatan Risiko Kematian

Menurut beberapa penelitian, kebanyakan tidur pada penderita stroke dapat meningkatkan risiko kematian. Hal ini terkait dengan penurunan aktivitas fisik dan gangguan keseimbangan hormonal yang terjadi pada penderita stroke.

 

2 Penurunan Kualitas Hidup

Kebanyakan tidur pada penderita stroke dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup. Pasien mungkin merasa lelah dan lesu sepanjang hari, sehingga sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Hal ini dapat memengaruhi kualitas hidup pasien secara keseluruhan.

 

3 Obesitas

Kebanyakan tidur pada penderita stroke juga dapat meningkatkan risiko obesitas. Hal ini terkait dengan penurunan aktivitas fisik dan peningkatan asupan makanan yang terjadi pada pasien yang kebanyakan tidur. Obesitas dapat meningkatkan risiko komplikasi lain pada penderita stroke, seperti penyakit jantung dan diabetes.

 

4 Gangguan Fungsi Kognitif

Kebanyakan tidur pada penderita stroke juga dapat memengaruhi fungsi kognitif, seperti memori dan konsentrasi. Pasien mungkin mengalami kesulitan dalam melakukan tugas sehari-hari dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan tugas.

Baca juga : Manfaat Dr Laser Bantu Pemulihan Stroke Pak Suparman!

Cara Mengatasi Kantuk Berlebihan

Untuk mengatasi kelelahan dan tidur berlebihan pada penderita stroke, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, diantaranya :

1 Membuat Jadwal Tidur

Membuat jadwal tidur yang teratur dan mengikuti jadwal tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas tidur dan membuat pasien merasa lebih segar sepanjang hari. Usahakan untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.

 

2 Mengurangi Tidur Siang

Tidur siang dapat membantu memperbaiki kualitas tidur, tetapi jika dilakukan terlalu lama dapat membuat pasien merasa sulit untuk tidur di malam hari yang akhirnya membuat durasi tidur berlebih pada pagi harinya. Batasi waktu tidur siang antara 20-30 menit saja

 

3 Lakukan aktivitas fisik secara teratur

Olahraga ringan dapat membantu meningkatkan kualitas tidur dan memperbaiki kesehatan secara keseluruhan. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai program latihan fisik.

 

4 Menggunakan Dr Laser

Pada awalnya teknologi laser untuk terapi stroke menggunakan alat besar, di pasang infus dan harus datang ke rumah sakit. Kini teknologi kesehatan sudah berkembang pesat dan sudah ada terapi laser portable bernama Dr Laser.

Sinar Low Level Laser mencegah terjadinya pembentukan gumpalan darah yang menjadi pemicu hambatan aliran darah ke otak sehingga menyebabkan stroke. Jika sudah terjadi penyumbatan, sinar lasernya mampu menguraikan dan mengencerkan trombus, sehingga proses pemulihan pasien stroke pun lebih cepat dan mencegah terjadinya stroke berulang.

Selain itu, teknologi laser juga dapat merangsang hormon melatonin yang memberikan efek ketenangan dan bertugas untuk mengatur jadwal tidur, sehingga kualitas tidur menjadi lebih baik. Badan menjadi lebih bertenaga dan masalah tidur terus pada penderita stroke pun teratasi.


Jadi itulah beberapa alasan mengapa para penderita stroke tidur terus dan cara mengatasinya. Untuk pemulihan stroke yang lebih optimal bantu dengan terapi menggunakan Dr Laser. Silakan klik di bawah ini untuk informasi lebih lengkapnya.